Spiga

Sistem Pengetahuan Tradisional Masyarakat Tao Taa Wana

Sama dengan beberapa masyarakat tradisional lain di Nusantara ini, masyarakat tao Taa Wana memiliki sistem klasifikasi tradisional (etnoklasifikasi) terhadap alam sekitar dan lingkungannya. Beberapa bentuk dan satuan lingkungan yang terdapat pada masyarakat Tao Taa Wana adalah sebagai berikut:1.Gunung (tongko), gunung merupakan sumber udara segar dan biasanya terdapat beberapa tempat yang dikeramatkan.2.Bukit (buyu).3.Danau (rano),Danau merupakan salah tipe habitat yang sangat mempunyai hubungan erat dengan masyarakat Taoo Taa Wana di Kea-kea, Marisa atau di Lea Kandonga. Terdapat 2 buah danau yang lokasinya berdekatan di lokasi penelitian yaitu : Rano Kodi (danau kecil) dan Rano Bae (berukuran besar). Danau sehari-hari dipergunakan sebagai sarana transportasi untuk mengangkut bahan-bahan hasil hutan seperti damar, rotan, disamping itu danau juga merupakan sumber kehidupan berupa air dan sumber protein dimana terdapat banyak biota perairan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Tao Taa Wana. Hewan yang didapatkan di danau Rano Kodi dan Rano Bae adalah : timbosu/biawak (Varanus salvator), garonggo/buaya air tawar (Crocodilus porosus), ule/ular phyton (Phyton reticulatus) yang biasanya hidup dipinggir atau tepi danau. Sampai saat ini beberapa jenis ikan air tawar yang diketahui dari danau adalah : bolu/banding (Chanos chanos), boo/ gabus, sugili/masapi (Anguilla celebensis dan Anguilla anguilla), “ikan sumpit”/kontoleo yang merupakan ikan endemik Silawesi dan sangat unik karena ikan jenis ini untuk menangkap serangga yang hinggap di dekatnya, mampu menggunakan sumpit air yang dikeluarkan dari mulutnya, “ikan janggo/sepat”, “lele”, “kosa”, “pataga”, “nganga”, udang putih. Bagi masyarakat Tao Taa wana danau sangat dipelihara karena mereka tahu bahwa danau sangat penting menunjang kelansungan hidup mereka. Terdapat kasus penggunaan racun yang dilakukan oleh masyarakat pendatang dari luar yang dating hanya untuk menangkap ikan, mereka menggunakan racun ikan yang telah dapat membunuh ikan bukan hanya ikan yang berukuran besar tetapi juga yang berukuran kecil.4. Sungai (“ Koro Uwe”) ,Sungai merupakan sarana transportasi bagi masyarakat Wana. Sungai juga penting sebagai sumber air minum serta untuk keperluan mandi dan cuci.5. Topografi• Tinggi (“langa”).• Landai (“ rede”).• Jurang (“ pana”) 6.Lembah .7. Sawah ("lida"),8. Ladang ("navu"), contohnya “ navu pae” Masyarakat Tao Taa Wana juga mempunyai wilayah konservasi (“ Pangale kapali”) yang tidak boleh dibuka dan digunakan , biasanya dikeramatkan (“sacret forest”), misalnya”: •Ue Ntobesi •Kantuda, wilayah konservasi yang berada di perairan seperti di tengah sungai Morowali. •Watu masai dada, merupakan pegunungan yang terjal, berupa karst (batuan kapur) yang berdiri tegak lurus dan terjal. •Di danau terdapat tanjung yang tidak boleh disentuh dan dikeramatkan, biasanya terdapat penghuninya, dan selalu diberi makan/ sesajian untuk makhluk halus.

0 komentar: