Spiga

Tau Ta'a

Tao Taa Wana adalah salah satu dari ribuan kelompok masyarakat adat yang terdapat di Indonesia yang secara „etnolinguistik“ atau „etnologis“ menyebut dirinya sebagai Tao Taa ( Tao : orang ; Taa = tidak) akan tetapi kebanyakan orang luar menyebutnya dengan To wana, karena berdasarkan citra sosialnya sebagai komunitas penghuni hutan, To Wana berarti orang dalam hutan. Kata ini berasal dari “Bahasa Mori“ dan konon sebutan To Wana, dahulunya dipopulerkan oleh Ke rajaan Mori, dan pada akhirnya menjadi sebutan populer di kalangan misionaris, peneliti ataupun pemerintah sampai sekarang (Camang 2003) Dalam lingkungan etnik Tau Taa sendiri, meskipun kata to Wana tidak dikenal dalam bahasa mereka, namun tafsir sosiograpis ini juga dikukuhkan oleh komunitas etnik Tau Taa yang telah mengalami sentuhan pembangunan dan telah hidup dalam tatanan pemerintahan desa. Akan tetapi sebutan untuk mereka sebagai „Tao Taa Wana“ lebih “pas“ dilabelkan kembali bagi masyarakat yang hidup secara tradisional dalam kawasan hutan (Camang 2003) “Tao Taa Wana“ terbagi kedalam empat subetnik : 1) Tau Barangas yang berada di Toili Batui Kabu paten Banggai, 2). Tau Kasiala yang berada disekitar Tojo-Ampana Tete, 3). Tau Posangke, di Utara Kab.Morowali dan 4) Tau Untunue, di kayu Marangka dalam cagar Alam Morowali. Subetnik “Tau Untunue“ merupak akar dari etnik Tau Taa Wana yang juga tersebar hingga dataran Bulan di Kabupaten Tojo Una-Una (Camang 2003) Baik tetua-tetua adat Tao Tao Wana yang terdapat di CA Morowali ataupun di dataran Bulan percaya bahwa akar leluhur mereka adalah satu, berasal dari Tundantana yakni suatu tempat di wilayah Kaju Marangka yang berada dalam kawasan Cagar Alam (CA) Morowali. Tundantana dipercaya sebagai tempat manusia pertama dititiskan dari langit (titisan tuhan) yang kemudian melahirkan leluhur-leluhur Tau Taa Wana. Namun demikian para ahli sejarah ataupun antropolog menduga leluhur Tau Tao Wana diduga berasal dari bagian selatan Tenggara Pulau Sulawesi, tepatnya di suatu tempat bagian barat dan barat daya Malili disebelah tenggara Teluk Bone. Mereka berada di wilayah pemukimannya sekarang, melalui fase migrasi gelombang kedua pada masa prasejarah. Selanjutnya para ahli sejarah menggolongkan mereka ke dalam kelompok suku besar Koro Toradja. (Prof.Ramadanil; Harianto; Chito; Noval)

0 komentar: